<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AL-MAARIF.COM &#187; RELIGI</title>
	<atom:link href="http://www.al-maarif.com/category/religi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.al-maarif.com</link>
	<description>Hiasi hidup dengan senyuman</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Aug 2010 23:35:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Karena senyuman</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/karena-senyuman.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/karena-senyuman.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 23:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh begitu dasyat sebuah senyuman, hanya dengan sebuah senyuman mampu menguatkan iman seseorang, subhanallah itu lah anugrah allah yang di berikan kepada manusia.
Saya ingin berbagi cerita yang saya dapat dari menbaca sebuah buku yang berjudul &#8220;&#8221;The Magic Smile Senyum&#8221;, semoga cerita ini semua mampu menguatkan kita semua untuk terus menebarkan senyuman pada saat suka maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh begitu dasyat sebuah senyuman, hanya dengan sebuah senyuman mampu menguatkan iman seseorang, subhanallah itu lah anugrah allah yang di berikan kepada manusia.</p>
<p>Saya ingin berbagi cerita yang saya dapat dari menbaca sebuah buku yang berjudul &#8220;&#8221;The Magic Smile Senyum&#8221;, semoga cerita ini semua mampu menguatkan kita semua untuk terus menebarkan senyuman pada saat suka maupun duka, amin.</p>
<p>Kejadian ini di tuturkan oleh praktisi dakwah yakni Syaikh Nabil al-Audhi, dalam sebuah seminar yang bertajuk &#8220;Kisah-kisah dari kejadian nyata&#8221;.</p>
<p>Salah satu pendakwah bercerita pada beliau, &#8216;Saat itu saya berada di Amerika untuk memberikan ceramah dalam sebuah seminar. Di tengah-tengah acara berlangsung, tiba-tiba ada seorang berdiri dan memutus perkataan saya. Dia berkata, &#8216;Tuan, Orang ini menyatakan dua kalimat syhadat&#8217;, seraya berisyarat ke arah seorang warga Amerika yang duduk di sampingnya. Saya berucab sepontan, &#8220;Allahu akbar&#8221;.<span id="more-369"></span></p>
<p>Orang Ameriaka itu mendekati saya di hadapan sekian banyak hadirin. Aku bertanya kepada dia, &#8220;Apa yang menjadi kamu mencintai islam dan membuat kamu ingin memasukinya?!&#8221; Dia menjawb, &#8216;Saya ini adalah seorang milyuner dengan harta yang melimpah dan memiliki banyak perusahaan, akan tetapi selama ini saya tidak pernah merasakan bahagia.</p>
<p>Saya mempunyai seorang karyawan yang berasal dari India dan beragama Islam. Karyawan saya itu mendapatkan gaji yang sangat sedikit, tetapi setiap kali saya menjumpainya, saya selalu melihatnya tersenyum. Padahal saya yang memiliki harta yang berlimpah, selama ini tidak pernah tersenyum. Saya katakan pada diri saya sendiri, &#8220;Mengapa aku yang memiliki harta yang berlimpah dan mengusai berbagai peusahaan ini tidak dapat tersenyum, sedangkan seorang yang fakir yang tak punya apa-apa ini malah dapat tersenyum.&#8221;</p>
<p>Suatu hari saya mendatanginya dan bertanya, &#8216;Aku ingin duduk satu majelis dengan kamu.&#8217; kemudian, saya bertanya kepadanya tentang kebiasanya yang senantiasa tersenyum. Dia menjawab pertanyaan saya dengan ucapanya, &#8216;Karena saya ini seorang muslim. Saya bersaksi tiada tuhan kecuali Allah dan Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allh.&#8217;</p>
<p>Aku bertanya kepadanya, &#8216;Apakah itu berarti bahwa setiap muslim akan senantiasa tersenyum bahagia sepanjang hari?&#8217; Dia menjawab, &#8216;Ya.&#8217; Aku bertanya, &#8216;Bagaimana itu?&#8217; Dia menjawab, &#8216;Kami mendengar dari sebuah hadis Nabi Muhammad&#8217;, S<em>angat menabjubkan urusan orang mukmin itu. Sesungguhnya semua urusanya selalu berakibat baik baginya, Apabila dia mengalami kesusahan, dia bersabar, maka sikap itu menghasilkan kebaikan baginya. Apabila dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka sikap itu pun membawa kebaikan baginya.<br />
</em><br />
Hal yang kami temui setiap hari hanyalah berkisar di antara kesenangan dan kesusahan. Ketika kesusahan itu menerpa, maka itulah saatnya bagi kami untuk bersabar karena Allah.</p>
<p>Sedangkan takala kesenangan menyapa, maka itulah saatnya bagi untuk bersyukur kepada Allah. Sehingga kehidupan kami hanyalah bahagia dan bahagia.</p>
<p>Saya bertanya kepada kawan saya, &#8216;Aku ingin masuk ke dalam agama ini&#8217;.</p>
<p>Dia berkata, &#8216;Bersaksilah bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah&#8217;.<br />
Al-Audhi mengulangi cerita syaikh pendakwah itu, seraya berkata sesuai dengan yang di ucapkan oleh syaikh itu, &#8220;saya katakan kepada orang Amerika itu di hadapan banyak orang banyak. Ucapkanlah dua kalimat syahadat. Kemudian syaikh itu menuntun orang Amerika itu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, hingga dia berkata keras di hadapan hadirin, &#8220;Asyhadu an la ilaha illallah wa anna Muhammadar rasulullah&#8221;.</p>
<p>Seketiaka itu orang Ameriaka itu menangis dengan keras dan tersedu-sedu di hadapan semua orang. Ada diantara mereka yang membujuknya untuk berhenti menangis, tetapi syaikh itu mencegahnya seraya berkata, &#8216;Biarkan dia menangis!&#8217; Ketika tangisan panjang orang Amerika itu sudah mulai reda, sang syaikh bertanya kepadaya, &#8216;Apa yang menyebabkan kamu menangis?, Laki-laki Amerika itu menjawab, &#8216;Demi Allah, dadaku di masuki kegembiraan yang belum pernah kurasakan sepanjang hidup ku.&#8221;&#8217;.</p>
<p>Kisah di atas memberikan sebuah pengertian bahwa senyuman mampu memegaruhi orang lain dan menembus hati mereka. Berapa banyak kejujuran muncul disebabkan oleh senyuman ekspresi dan tertawa yang jujur.</p>
<p>Subhannallah begitu mulia Islam menuntun kita semua di jalan Allah, dengan sebuah senyuman saja mampu meyakinkan seseorang. Mari saudara ku kita berupaya menjaga senyuman kita selayakya kita menjaga keimanan kita kepada Allah. Semoga artikel ini bermanfaat bagisa saya pribadi dan anda sekalian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/karena-senyuman.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syukur dan Sabar</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/syukur-dan-sabar.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/syukur-dan-sabar.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 17:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah kisah cerita yang saya dapat dari sebuah buku, cerita yang sederhana namun mengandung hikmah yang dalam untuk di jadikan renungan dan panutan. Pada zaman Khalifah Al-Mansur, salah seorang mentrinya, Al-Ashmu&#8217;i, melakukan perburuan. Karena asik dengan perburuannya ahirnya Al-Ashmu&#8217;i terpisah dengan kelompoknya dan tersesat di padang sahara, panas terik mentari yang menyengat membuat Ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah kisah cerita yang saya dapat dari sebuah buku, cerita yang sederhana namun mengandung hikmah yang dalam untuk di jadikan renungan dan panutan. Pada zaman Khalifah Al-Mansur, salah seorang mentrinya, Al-Ashmu&#8217;i, melakukan perburuan. Karena asik dengan perburuannya ahirnya Al-Ashmu&#8217;i terpisah dengan kelompoknya dan tersesat di padang sahara, panas terik mentari yang menyengat membuat Ia kehausan, pada perjlannya Ia berjumpa dengan seorang Wanita yang sangat cantik, menawan dan masih muda di sebuah perkemahan di tengah padang shara. Ia pun bertanya, Apakah ada air minum..? Wanita itu menjawab : Ada tetapi sedikit, tapi aku persiapkan untuk suami ku. Ada sisa minuman ku, Kalau anda berkenan minumlah.</p>
<p>Tiba&#8221; wanita itu siap siaga ketika ada seorang yang berkuda dari kejauhan menujunya, Ia adalah suaminya. wanita itu pun menyiapkan minum dan membersihkan badan suaminya dari debu dengan kain bersih yang telah ia siapkan. Lelaki yang usianya sudah melebihi dari 1/2 rata&#8221; hidup manusia adalah suami dari seorang wanita cantik itu. Dengan rasa kesal yang dibawa lelaki itu dari perjalanya, maka ia pun melampiaskan kepada istrinya, dan tak ada kata yang terucap dari bibir sang wanita, wanita itu pun masih sibuk dengan membersihkan debu&#8221; yang menempel pada lelaki itu.</p>
<p>Sebelum pergi, Al-ashmu&#8217;i bertanya kepada wanita itu, &#8220;Engka Cantik, Muda dan Seetia. kombinasi yang jarang sekali terjadi, Kenapa Engkau korbankan hidup mu untuk lelaki tua seperti itu&#8221;. Jawab wanita itu mengejutkan Al-Ashmu&#8217;i, Rosulluloh saw bersabda, hidup itu terdiri dari dua bagian, yakni Syukur dan Sabar. Aku bersyukur karena Allah telah menganugrahkan ku usia muda, cantik dan perlindungan. Ia telah membimbingku untuk berahlak baik. Aku telah melaksanakan setengah agamaku. Karena itu, aku ingin melengkapi setengahnya lagi dengan Sabar.</p>
<p>Subhanallah indahnya hidup ini, bila kita semua di beri hati yang penuh syukur dan sabar. Semoga Allah menuntun kita semua dalam menuju syukur dan sabar, amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/syukur-dan-sabar.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEORANG ISTRI SALEHA</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/ku-mendabakan-seorang-istri-saleha.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/ku-mendabakan-seorang-istri-saleha.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 13:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[etiap leleki muslim yang siap untu berkeluarga atau pun yang sudah berkeluarga pasti sangat-sangat mendambakan dan menginginkan pasangannya menjadi istri salehah, begitu pula dengan saya pribadi sangat memimpikan kelak dapat pendamping hidup yang saleha. Seperti halya sabda Rasulullah saw. pernah memberikan gambarang karakter wanita salehah, sekaligus istri yang layak dicintai, yaiatu seorang wanita yang selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<a href="http://www.al-maarif.com/wp-content/gallery/cantik2/istri_saleha.jpg" title="" class="shutterset_singlepic46" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/gallery/cache/46_watermark_220x100_istri_saleha.jpg" alt="istri saleha" title="istri saleha" />
</a>
Setiap leleki muslim yang siap untu berkeluarga atau pun yang sudah berkeluarga pasti sangat-sangat mendambakan dan menginginkan pasangannya menjadi istri salehah, begitu pula dengan saya pribadi sangat memimpikan kelak dapat pendamping hidup yang saleha. Seperti halya sabda Rasulullah saw. pernah memberikan gambarang karakter wanita salehah, sekaligus istri yang layak dicintai, yaiatu seorang wanita yang selalu menempatkan keridhaan suami sebagai upayanya meraih keridhaan Allah. Bukankah Rasul pernah menyatakan bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita salehah dan sebaik-baik wanita adalah wanita yang paling menyenangkan hati suaminya.</p>
<p>Bahagialah lelaki yang bisa mendapatkan seorang istri saleha, dan banggalah wanita yang bisa menjadi seorang istri saleha. Semoga ini menjadi ispirasi bagi lelaki yang kelak mencari pendamping hidup ataupun yang sudah berkeluarga sehingga menciptakan keluarga yang shakinah, amin. Untuk para wanita dan seorang istri mudah-mudahan ini mampu menjadikan satu pegangan hidup.</p>
<p>Jadi apa lagi yang bisa mengalahkan perhiasan dunia (istri salehah)..?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/ku-mendabakan-seorang-istri-saleha.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nialai Untuk Calon Pasangan Hidup</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/nialai-untuk-calon-pasangan-hidup-kita.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/nialai-untuk-calon-pasangan-hidup-kita.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 18:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Berapa nilai yang ingin anda dapatkan ketika memilih pasangan hidup.?
1 =&#62; Satu keyakinan (Satu Agama)
0 =&#62; Keturunan (Keluarga Baik-baik)
0 =&#62; Fisik (Cantik Atau Tampan)
0 =&#62; Kepribadian (Sholeh atau Sholehah)
0 =&#62; Kekayaan
Jadi kalau ada yang mendapat nilai 10000 (Sempurna).
Jika ada yang mendapat nilai 0000 (Sengsara) karena anda hanya mendapatkan dunianya saja.
Minimal seseorang ketika memilih pasangan hidupnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berapa nilai yang ingin anda dapatkan ketika memilih pasangan hidup.?</p>
<p>1 =&gt; Satu keyakinan (Satu Agama)<br />
0 =&gt; Keturunan (Keluarga Baik-baik)<br />
0 =&gt; Fisik (Cantik Atau Tampan)<br />
0 =&gt; Kepribadian (Sholeh atau Sholehah)<br />
0 =&gt; Kekayaan</p>
<p>Jadi kalau ada yang mendapat nilai <strong>10000</strong> (Sempurna).<br />
Jika ada yang mendapat nilai <strong>0000</strong> (Sengsara) karena anda hanya mendapatkan dunianya saja.</p>
<p>Minimal seseorang ketika memilih pasangan hidupnya mendapat nilai <strong>1</strong> karena itu adalah modal awal yang baik. Mudah-mudahan kita semua yang sedang dalam memilih pasangan hidup mendapatkan nilai yang sempurna meskipun tidak sempurna harus mengandung nilai <strong>1 </strong>untuk mengawalinya. amin <img src='http://www.al-maarif.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/nialai-untuk-calon-pasangan-hidup-kita.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IKHLAS</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/ikhlas.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/ikhlas.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 17:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya mengikuti pengajian di sebuah masjid, saya mendapatkan pelajaran yang tak kan terlupakan tentang arti dari sebuah kata &#8220;IKHLAS&#8221;. 
Di mulai dari Malaikat yang mempertanyakan tentang kekuatan yang ada di dunia ini Kepada Allah SWT.
Malaikat bertanya :
Ya Allah, Tuhan kami. Apakah yang paling kuat di dunia ini yang Engkau ciptakan.?
Allah SWT pun menjawab :
Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika saya mengikuti pengajian di sebuah masjid, saya mendapatkan pelajaran yang tak kan terlupakan tentang arti dari sebuah kata &#8220;IKHLAS&#8221;. </p>
<p>Di mulai dari Malaikat yang mempertanyakan tentang kekuatan yang ada di dunia ini Kepada Allah SWT.</p>
<p>Malaikat bertanya :<br />
Ya Allah, Tuhan kami. Apakah yang paling kuat di dunia ini yang Engkau ciptakan.?<br />
Allah SWT pun menjawab :<br />
Yang paling kuat adalah &#8220;Gunung&#8221;. gunung adalah dataran tertinggi di bumi.</p>
<p>Malaikat  pun bertanya kembali :<br />
Ya Allah, Tuhan kami. Adakah yang lebih kuat di muka bumi ini daripada gunung.?<br />
Allah SWT pun menjawabnya :<br />
Yang paling kuat daripada gunung adalah &#8220;BESI/BAJA&#8221;, besi/baja mampu menghancurkan gunung-gunung yang ada di bumi ini.</p>
<p>Malaikat pun bertanya kembali :<br />
Ya Allah, Ya Tuhan Kami. Adakah yang lebih kuat dari Baja/Besi di dunia ini.?<br />
Allah SWT pun menjawabnya :<br />
Jawabnya adalah &#8220;Api&#8221;, Baja/Besi mampu di leburkan oleh api.</p>
<p>Dan Malaikat pun bertanya kembali :<br />
Ya Allah, Ya Tuhan kami. Masihkah ada yang lebih kuat dari Gunung, Besi dan Api di muka bumi ini.?<br />
Allah SWT pun menjawabnya :<br />
Jawabnya adalah Air dan Angin, Ketika Air dan Angin menyatu dapat mengalahkan Api dan serta mampu menengelamkan bumi, seperti ketika terjadi sunami.</p>
<p>Malaikat pun masih bertanya kembali, :<br />
Ya Allah, Ya Tuhan kami, Begitu banyak kekuatan di muka bumi ini yang Engkau ciptakan, masihkah ada yang paling kuat di muka bumi ini daripada yang di atas.?<br />
Allah SWT pun menjawabnya :<br />
Ada Satu kekuatan di muka bumu ini yang tak kan tertandingi dari yang Aku (Allah SWT) ciptakan, Itu semua ada di Hati Anak Cucu Adam. Ketika hati anak cucu adam melakukan sesuatu itu karena Aku (Allah SWT) dan sapai-sampai tangan kirinya tidak pernah tau apa yang dilakukan kebaikan oleh tangan kananya. Itu semua yang di sebjut &#8220;IKHLAS&#8221;.</p>
<p>Begitulah pengajian yang saya dapatkan dari arti sebuah kata &#8220;IKHLAS&#8221;. Mari kita renungkan sampai saat ini apa yang kita lakukan dalam setiap harinya sudah banyak yang mengandung unssur Ikhlas. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang beriman dan memiliki hati yang ikhlas, amin <img src='http://www.al-maarif.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/ikhlas.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikah, Kenapa Takut..?</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/menikah-kenapa-takut.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/menikah-kenapa-takut.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 13:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Menikah itu Fitrah
Allah Taala menegakkan sunnah-Nya di alam ini atas dasar berpasang-pasangan. Wa min kulli syai’in khalaqnaa zaujain, dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan (Adz-Dzariyaat: 49). Ada siang ada malam, ada laki ada perempuan. Masing-masing memerankan fungsinya sesuai dengan tujuan utama yang telah Allah rencanakan. Tidak ada dari sunnah tersebut yang Allah ubah, kapanpun dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menikah itu Fitrah</p>
<p>Allah Taala menegakkan sunnah-Nya di alam ini atas dasar berpasang-pasangan. Wa min kulli syai’in khalaqnaa zaujain, dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan (Adz-Dzariyaat: 49). Ada siang ada malam, ada laki ada perempuan. Masing-masing memerankan fungsinya sesuai dengan tujuan utama yang telah Allah rencanakan. Tidak ada dari sunnah tersebut yang Allah ubah, kapanpun dan di manapun berada. Walan tajida lisunnatillah tabdilla, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah (Al-Ahzab: 62). Walan tajida lisunnatillah tahwiila, dan kamu tidak akan mendapati perubahan bagi ketetapan kami itu. (Al-Isra: 77)</p>
<p><span id="more-218"></span>Dengan melanggar sunnah itu berarti kita telah meletakkan diri pada posisi bahaya. Karena tidak mungkin Allah meletakkan sebuah sunnah tanpa ada kesatuan dan keterkaitan dengan sIstem lainnya yang bekerja secara sempurna secara universal.</p>
<p>Manusia dengan kecanggihan ilmu dan peradabannya yang dicapai, tidak akan pernah mampu menggantikan sunnah ini dengan cara lain yang dikarang otaknya sendiri. Mengapa? Sebab, Allah swt. telah membekali masing-masing manusia dengan fitrah yang sejalan dengan sunnah tersebut. Melanggar sunnah artinya menentang fitrahnya sendiri.</p>
<p>Bila sikap menentang fitrah ini terus-menerus dilakukan, maka yang akan menanggung resikonya adalah manusia itu sendiri. Secara kasat mata, di antara yang paling tampak dari rahasia sunnah berpasang-pasangan ini adalah untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia dari masa ke masa sampai titik waktu yang telah Allah tentukan. Bila institusi pernikahan dihilangkan, bisa dipastikan bahwa mansuia telah musnah sejak ratusan abad yang silam.</p>
<p>Mungkin ada yang nyeletuk, tapi kalau hanya untuk mempertahankan keturunan tidak mesti dengan cara menikah. Dengan pergaulan bebas pun bisa. Anda bisa berkata demikian. Tetapi ada sisi lain dari fitrah yang juga Allah berikan kepada masing-masing manusia, yaitu: cinta dan kasih sayang, mawaddah wa rahmah. Kedua sisi fitrah ini tidak akan pernah mungkin tercapai dengan hanya semata pergaulan bebas. Melainkan harus diikat dengan tali yang Allah ajarkan, yaitu pernikahan. Karena itulah Allah memerintahkan agar kita menikah. Sebab itulah yang paling tepat menurut Allah dalam memenuhi tuntutan fitrah tersebut. Tentu tidak ada bimbingan yang lebih sempurna dan membahagiakan lebih dari daripada bimbingan Allah.</p>
<p>Allah berfirman fankihuu, dengan kata perintah. Ini menunjukan pentingnya hakikat pernikahan bagi manusia. Jika membahayakan, tidak mungkin Allah perintahkan. Malah yang Allah larang adalah perzinaan. Walaa taqrabuzzina, dan janganlah kamu mendekati zina (Al-Israa: 32). Ini menegaskan bahwa setiap yang mendekatkan kepada perzinaan adalah haram, apalagi melakukannya. Mengapa? Sebab Allah menginginkan agar manusia hidup bahagia, aman, dan sentosa sesuai dengan fitrahnya.</p>
<p>Mendekati zina dengan cara apapun, adalah proses penggerogotan terhadap fitrah. Dan sudah terbukti bahwa pergaulan bebas telah melahirkan banyak bencana. Tidak saja pada hancurnya harga diri sebagai manusia, melainkan juga hancurnya kemanusiaan itu sendiri. Tidak jarang kasus seorang ibu yang membuang janinnya ke selokan, ke tong sampah, bahkan dengan sengaja membunuhnya, hanya karena merasa malu menggendong anaknya dari hasil zina.</p>
<p>Perhatikan bagaimanan akibat yang harus diterima ketika institusi pernikahan sebagai fitrah diabaikan. Bisa dibayangkan apa akibat yang akan terjadi jika semua manusia melakukan cara yang sama. Ustadz Fuad Shaleh dalam bukunya liman yuridduz zawaj mengatakan, “Orang yang hidup melajang biasanya sering tidak normal: baik cara berpikir, impian, dan sikapnya. Ia mudah terpedaya oleh syetan, lebih dari mereka yang telah menikah.”</p>
<p>Menikah Itu Ibadah</p>
<p>Dalam surat Ar-Rum: 21, Allah menyebutkan pentingnya mempertahankan hakikat pernikahan dengan sederet bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam semesta. Ini menunjukkan bahwa dengan menikah kita telah menegakkan satu sisi dari bukti kekusaan Allah swt. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. lebih menguatkan makna pernikahan sebagai ibadah, “Bila seorang menikah berarti ia telah melengkapi separuh dari agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah pada paruh yang tersisa.” (HR. Baihaqi, hadits Hasan)</p>
<p>Belum lagi dari sisi ibadah sosial. Dimana sebelum menikah kita lebih sibuk dengan dirinya, tapi setelah menikah kita bisa saling melengkapi, mendidik istri dan anak. Semua itu merupakan lapangan pahala yang tak terhingga. Bahkan dengan menikah, seseorang akan lebih terjaga moralnya dari hal-hal yang mendekati perzinaan. Alquran menyebut orang yang telah menikah dengan istilah muhshan atau muhshanah (orang yang terbentengi). Istilah ini sangat kuat dan menggambarkan bahwa kepribadian orang yang telah menikah lebih terjaga dari dosa daripada mereka yang belum menikah.</p>
<p>Bila ternyata pernikahan menunjukkan bukti kekuasan Allah, membantu tercapainya sifat takwa. dan menjaga diri dari tindakan amoral, maka tidak bisa dipungkiri bahwa pernikahan merupakan salah satu ibadah yang tidak kalah pahalanya dengan ibadah-ibadah lainnya. Jika ternyata Anda setiap hari bisa menegakkan ibadah shalat, dengan tenang tanpa merasa terbebani, mengapa Anda merasa berat dan selalu menunda untuk menegakkan ibadah pernikahan, wong ini ibadah dan itupun juga ibadah.</p>
<p>Pernikahan dan Penghasilan</p>
<p>Seringkali saya mendapatkan seorang jejaka yang sudah tiba waktu menikah, jika ditanya mengapa tidak menikah, ia menjawab belum mempunyai penghasilan yang cukup. Padahal waktu itu ia sudah bekerja. Bahkan ia mampu membeli motor dan HP. Tidak sedikit dari mereka yang mempunyai mobil. Setiap hari ia harus memengeluarkan biaya yang cukup besar dari penggunakan HP, motor, dan mobil tersebut. Bila setiap orang berpikir demikian apa yang akan terjadi pada kehidupan manusia?</p>
<p>Saya belum pernah menemukan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. melarang seorang sahabatnya yang ingin menikah karena tidak punya penghasilan. Bahkan dalam beberapa riwayat yang pernah saya baca, Rasulullah saw. bila didatangi seorang sahabatnya yang ingin menikah, ia tidak menanyakan berapa penghasilan yang diperoleh perbulan, melainkan apa yang ia punya untuk dijadikan mahar. Mungkin ia mempunyai cincin besi? Jika tidak, mungkin ada pakaiannya yang lebih? Jika tidak, malah ada yang hanya diajarkan agar membayar maharnya dengan menghafal sebagian surat Alquran.</p>
<p>Apa yang tergambar dari kenyatan tersebut adalah bahwa Rasulullah saw. tidak ingin menjadikan pernikahan sebagai masalah, melainkan sebagai pemecah persoalan. Bahwa pernikahan bukan sebuah beban, melainkan tuntutan fitrah yang harus dipenuhi. Seperti kebutuhan Anda terhadap makan, manusia juga butuh untuk menikah. Memang ada sebagian ulama yang tidak menikah sampai akhir hayatnya seperti yang terkumpul dalam buku Al-ulamaul uzzab alladziina aatsarul ilma ‘alaz zawaj. Tetapi, itu bukan untuk diikuti semua orang. Itu adalah perkecualian. Sebab, Rasulullah saw. pernah melarang seorang sahabatanya yang ingin hanya beribadah tanpa menikah, lalu menegaskan bahwa ia juga beribadah tetapi ia juga menikah. Di sini jelas sekali bagaimana Rasulullah saw. selalu menuntun kita agar berjalan dengan fitrah yang telah Allah bekalkan tanpa merasakan beban sedikit pun.</p>
<p>Memang masalah penghasilan hampir selalu menghantui setiap para jejaka muda maupun tua dalam memasuki wilayah pernikahan. Sebab yang terbayang bagi mereka ketika menikah adalah keharusan membangun rumah, memiliki kendaraan, mendidik anak, dan seterusnya di mana itu semua menuntut biaya yang tidak sedikit. Tetapi kenyataannya telah terbukti dalam sejarah hidup manusia sejak ratusan tahun yang lalu bahwa banyak dari mereka yang menikah sambil mencari nafkah. Artinya, tidak dengan memapankan diri secara ekonomi terlebih dahulu. Dan ternyata mereka bisa hidup dan beranak-pinak. Dengan demikian kemapanan ekonomi bukan persyaratan utama bagi sesorang untuk memasuki dunia pernikahan.</p>
<p>Mengapa? Sebab, ada pintu-pintu rezeki yang Allah sediakan setelah pernikahan. Artinya, untuk meraih jatah rezki tersebut pintu masuknya menikah dulu. Jika tidak, rezki itu tidak akan cair. Inilah pengertian ayat iyyakunu fuqara yughnihimullahu min fadhlihi wallahu waasi’un aliim, jika mereka miskin Allah akan mampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha mengetahui (An-Nur: 32). Ini adalah jaminan langsung dari Allah, agar masalah penghasilan tidak dikaitkan dengan pernikahan. Artinya, masalah rezki satu hal dan pernikahan hal yang lain lagi.</p>
<p>Abu Bakar Ash-Shidiq ketika menafsirkan ayat itu berkata, “Taatilah Allah dengan menikah. Allah akan memenuhi janjinya dengan memberimu kekayaan yang cukup.” Al-Qurthubi berkata, “Ini adalah janji Allah untuk memberikan kekayaan bagi mereka yang menikah untuk mencapai ridha Allah, dan menjaga diri dari kemaksiatan.” (lihat Tafsirul Quthubi, Al Jami’ liahkamil Qur’an juz 12 hal. 160, Darul Kutubil Ilmiah, Beirut).</p>
<p>Rasulullah saw. pernah mendorong seorang sahabatnya dengan berkata, “Menikahlah dengan penuh keyakinan kepada Allah dan harapan akan ridhaNya, Allah pasti akan membantu dan memberkahi.” (HR. Thabarni). Dalam hadits lain disebutkan: Tiga hal yang pasti Allah bantu, di antaranya: “Orang menikah untuk menjaga diri dari kemaksiatan.” (HR. Turmudzi dan Nasa’i)</p>
<p>Imam Thawus pernah berkata kepada Ibrahim bin Maysarah, “Menikahlah segera, atau saya akan mengulang perkataan Umar Bin Khattab kepada Abu Zawaid: Tidak ada yang menghalangimu dari pernikahaan kecuali kelemahanmu atau perbuatan maksiat.” (lihat Siyar A’lamun Nubala’ oleh Imam Adz Dzahaby). Ini semua secara makna menguatkan pengertian ayat di atas. Di mana Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang bertakwa kepada Allah dengan membangun pernikahan.</p>
<p>Persoalannya sekarangan, mengapa banyak orang berkeluarga yang hidup melarat? Kenyataan ini mungkin membuat banyak jejaka berpikir dua kali untuk menikah. Dalam masalah nasib kita tidak bisa mengeneralisir apa yang terjadi pada sebagian orang. Sebab, masing-masing ada garis nasibnya. Kalau itu pertanyaanya, kita juga bisa bertanya: mengapa Anda bertanya demikian? Bagaimana kalau Anda melihat fakta yang lain lagi bahwa banyak orang yang tadinya melarat dan ternyata setelah menikah hidupnya lebih makmur? Dari sini bahwa pernikahan bukan hambatan, dan kemapanan penghasilan bukan sebuah persyaratan utama.</p>
<p>Yang paling penting adalah kesiapan mental dan kesungguhan untuk memikul tanggung jawab tersebut secara maksimal. Saya yakin bahwa setiap perbuatan ada tanggung jawabnya. Berzina pun bukan berarti setelah itu selesai dan bebas tanggungjawab. Melainkan setelah itu ia harus memikul beban berat akibat kemaksiatan dan perzinaan. Kalau tidak harus mengasuh anak zina, ia harus menanggung dosa zina. Keduanya tanggung jawab yang kalau ditimbang-timbang, tidak kalah beratnya dengan tanggung jawab pernikahan.</p>
<p>Bahkan tanggung jawab menikah jauh lebih ringan, karena masing-masing dari suami istri saling melengkapi dan saling menopang. Ditambah lagi bahwa masing-masing ada jatah rezekinya yang Allah sediakan. Tidak jarang seorang suami yang bisa keluar dari kesulitan ekonomi karena jatah rezeki seorang istri. Bahkan ada sebuah rumah tangga yang jatah rezekinya ditopang oleh anaknya. Perhatikan bagaimana keberkahan pernikahan yang tidak hanya saling menopang dalam mentaati Allah, melainkan juga dalam sisi ekonomi.</p>
<p>Pernikahan dan Menuntut Ilmu</p>
<p>Seorang kawan pernah mengatakan, ia ingin mencari ilmu terlebih dahulu, baru setelah itu menikah. Anehnya, ia tidak habis-habis mencari ilmu. Hampir semua universitas ia cicipi. Usianya sudah begitu lanjut. Bila ditanya kapan menikah, ia menjawab: saya belum selesai mencari ilmu.</p>
<p>Ada sebuah pepatah diucapkan para ulama dalam hal mencari ilmu: lau anffaqta kullaha lan tashila illa ilaa ba’dhiha, seandainya kau infakkan semua usiamu –untuk mencari ilmu–, kau tidak akan mendapatkannya kecuali hanya sebagiannya. Dunia ilmu sangat luas. Seumur hidup kita tidak akan pernah mampu menelusuri semua ilmu. Sementara menikah adalah tuntutan fitrah. Karenanya, tidak ada aturan dalam Islam agar kita mencari ilmu dulu baru setelah itu menikah.</p>
<p>Banyak para ulama yang menikah juga mencari ilmu. Benar, hubungan mencari ilmu di sini sangat berkait erat dengan penghasilan. Tetapi banyak sarjana yang telah menyelesaikan program studinya bahkan ada yang sudah doktor atau profesor, tetapi masih juga pengangguran dan belum mendapatkan pekerjaan. Artinya, menyelesaikan periode studi juga bukan jaminan untuk mendapatkan penghasilan. Sementara pernikahan selalu mendesak tanpa semuanya itu. Di dalam Alquran maupun Sunnah, tidak ada tuntunan keharusan menunda pernikahan demi mencari ilmu atau mencari harta. Bahkan, banyak ayat dan hadits berupa panggilan untuk segera menikah, terlepas apakah kita sedang mencari ilmu atau belum mempunyai penghasilan.</p>
<p>Berbagai pengalaman membuktikan bahwa menikah tidak menghalangi seorang dalam mencari ilmu. Banyak sarjana yang berhasil dalam mencari ilmu sambil menikah. Begitu juga banyak yang gagal. Artinya, semua itu tergantung kemauan orangnya. Bila ia menikah dan tetap berkemauan tinggi untuk mencari ilmu, ia akan berhasil. Sebaliknya, jika setelah menikah kemauannya mencari ilmu melemah, ia gagal. Pada intinya, pernikahan adalah bagian dari kehidupan yang harus juga mendapatkan porsinya. Perjuangan seseorang akan lebih bermakna ketika ia berjuang juga menegakkan rumah tungga yang Islami.</p>
<p>Rasulullah saw. telah memberikan contoh yang sangat mengagumkan dalam masalah pernikahan. Beliau menikah dengan sembilan istri. Padahal beliau secara ekonmi bukan seorang raja atau konglomerat. Tetapi semua itu Rasulullah jalani dengan tenang dan tidak membuat tugas-tugas kerasulannya terbengkalai. Suatu indikasi bahwa pernikahan bukan hal yang harus dipermasalahkan, melainkan harus dipenuhi. Artinya, seorang yang cerdas sebenarnya tidak perlu didorong untuk menikah, sebab Allah telah menciptakan gelora fitrah yang luar biasa dalam dirinya. Dan itu tidak bisa dipungkiri. Masing-masing orang lebih tahu dari orang lain mengenai gelora ini. Dan ia sendiri yang menanggung perih dan kegelisahan gelora ini jika ia terus ditahan-tahan.</p>
<p>Untuk memenuhi tuntutan gelora itu, tidak mesti harus selesai study dulu. Itu bisa ia lakukan sambil berjalan. Kalaupun Anda ingin mengambil langkah seperti para ulama yang tidak menikah (uzzab) demi ilmu, silahkan saja. Tetapi apakah kualitas ilmu Anda benar-benar seperti para ulama itu? Jika tidak, Anda telah rugi dua kali: ilmu tidak maksimal, menikah juga tidak. Bila para ulama uzzab karena saking sibuknya dengan ilmu sampai tidak sempat menikah, apakah Anda telah mencapai kesibukan para ulama itu sehingga Anda tidak ada waktu untuk menikah? Dari sini jika benar-benar ingin ikut jejak ulama uzzab, yang diikuti jangan hanya tidak menikahnya, melainkan tingkat pencapaian ilmunya juga. Agar seimbang.</p>
<p>Kesimpulan</p>
<p>Sebenarnya pernikahan bukan masalah. Menikah adalah jenjang yang harus dilalui dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Ia adalah sunnatullah yang tidak mungkin diganti dengan cara apapun. Bila Rasulullah menganjurkan agar berpuasa, itu hanyalah solusi sementara, ketika kondisi memang benar-benar tidak memungkinkan. Tetapi dalam kondisi normal, sebenarnya tidak ada alasan yang bisa dijadikan pijakan untuk menunda pernikahan.</p>
<p>Agar pernikahan menjadi solusi alternatif, mari kita pindah dari pengertian “pernikahan sebagai beban” ke “pernikahan sebagai ibadah”. Seperti kita merasa senang menegakkan shalat saat tiba waktunya dan menjalankan puasa saat tiba Ramadhan, kita juga seharusnya merasa senang memasuki dunia pernikahan saat tiba waktunya dengan tanpa beban. Apapun kondisi ekonomi kita, bila keharusan menikah telah tiba “jalani saja dengan jiwa tawakkal kepada Allah”. Sudah terbukti, orang-orang bisa menikah sambil mencari nafkah. Allah tidak akan pernah membiarkan hambaNya yang berjuang di jalanNya untuk membangun rumah tangga sejati.</p>
<p>Perhatikan mereka yang suka berbuat maksiat atau berzina. Mereka begitu berani mengerjakan itu semua padahal perbuatan itu tidak hanya dibenci banyak manusia, melainkan lebih dari itu dibenci Allah. Bahkan Allah mengancam mereka dengan siksaan yang pedih. Melihat kenyataan ini, seharusnya kita lebih berani berlomba menegakkan pernikahan, untuk mengimbangi mereka. Terlebih Allah menjanjikan kekayaan suatu jaminan yang luar biasa bagi mereka yang bertakwa kepada-Nya dengan membangun pernikahan. Wallahu a’lam bishshawab.</p>
<p><a href="http://www.dakwatuna.com/2007/menikah-mengapa-takut">Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/menikah-kenapa-takut.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CIRI-CIRI ORANG MUNAFIK</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/ciri-ciri-orang-munafik.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/ciri-ciri-orang-munafik.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 14:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[1. Dusta
Hadith Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad Musnad dengan sanad Jayid: “Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya. Iaitu SESEORANG YANG BERDUSTA AGAR ORANG2 TERTAWA.”
Di dalam kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), Rasulullah SAW bersabda: “Tanda orang munafik ada 3, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.”
2. Khianat
sabda Rasulullah SAW: “Dan apabila berjanji, dia berkhianat.” Barangsiapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Dusta<br />
Hadith Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad Musnad dengan sanad Jayid: “Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya. Iaitu SESEORANG YANG BERDUSTA AGAR ORANG2 TERTAWA.”<br />
Di dalam kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), Rasulullah SAW bersabda: “Tanda orang munafik ada 3, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.”</p>
<p>2. Khianat<br />
sabda Rasulullah SAW: “Dan apabila berjanji, dia berkhianat.” Barangsiapa memberikan janji kepada seseorang, atau kepada isterinya, anaknya, sahabatnya, atau kepada seseorang dengan mudah kemudian dia mengkhianati janji tersebut tanpa ada sebab uzur syar’i maka telah hinggap pada dirinya salah satu tanda kemunafikan.</p>
<p>3. Fujur dalam pertikaian<br />
sabda Rasulullah SAW:<br />
“Dan apabila bertengkar (bertikai), dia melampau”</p>
<p>4. Ingkar Janji<br />
sabda Rasulullah SAW:<br />
“Tanda orang munafik ada 3: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat.” (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p><span id="more-149"></span>5. Malas Beribadah<br />
Firman Allah SWT:<br />
“…Dan apabila mereka berdiri untuk solat, mereka BERDIRI DENGAN MALAS…”<br />
(An-Nisa’: 142)<br />
Jika orang munafik pergi ke masjid/surau, dia menyeret kakinya seakan-akan terbelenggu rantai. Oleh kerana itu, ketika sampai di dalam masjid/surau dia memilih duduk di shaf yang paling akhir. Dia tidak mengetahui apa yang dibaca imam dalam solat, apalagi untuk menyemak dan menghayatinya.</p>
<p>6. Riya’<br />
Di hadapan manusia dia solat dengan khusyuk tetapi ketika seorang diri, dia mempercepatkan solatnya. apabila bersama orang lain dalam suatu majlis, dia tampak zuhud dan berakhlak baik, demikian juga pembicaraannya. Namun, jika dia seorang diri, dia akan MELANGGAR HAL-HAL YANG DIHARAMKAN Allah SWT.</p>
<p>7. Sedikit Berzikir<br />
Firman Allah SWT:<br />
“…Dan apabila mereka berdiri untuk bersolat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan solat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah SWT kecuali sedikit sekali.<br />
(An-Nisa’: 142)</p>
<p>8. Mempercepat Solat<br />
Mereka (orang2 munafik) adalah orang yang mempercepatkan solat tanpa ada rasa khusyuk sedikit pun. Tidak ada ketenangan dalam mengerjakannya, dan hanya sedikit mengingat Allah SWT di dalamnya. Fikiran dan hatinya tidak menyatu. Dia tidak menghadirkan keagungan, kehebatan, dan kebesaran Allah SWT dalam solatnya.<br />
Hadith Nabi SAW:<br />
“Itulah solat orang munafik…lalu mempercepat empat rakaat (solatnya)”</p>
<p>9. Mencela orang-orang yang Taat dan Soleh<br />
Mereka memperlekehkan orang-orang yang Taat dengan ungkapan yang mengandung cemuhan dan celaan. Oleh kerananya, dalam setiap majlis pertemuan sering kali kita temui orang munafik yang hanya MEMBINCANGKAN SEPAK TERAJANG ORANG2 SOLEH dan orang2 yang konsisten terhadap Al-Quran dan As-Sunnah. Baginya seakan-akan tidak ada yang lebih penting dan menarik selain memperolok-olok orang2 yang Taat kepada Allah SWT</p>
<p>10. Memperolok-olok Al-Quran, As-Sunnah, dan Rasulullah SAW<br />
Termasuk dalam kategori Istihzaa’ (berolok-olok) adalah memperolok-olok hal2 yang disunnah Rasulullah SAW dan amalan-amalan lainnya. Orang yang suka memperolok-olok dengan sengaja hal-hal seperti itu, JATUH KAFIR.<br />
Firman Allah SWT:<br />
“…Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah SWT, Ayat-Ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, kerana kamu kafir sesudah beriman…”<br />
(At-Taubah: 65-66)</p>
<p>11. Bersumpah Palsu<br />
Firman Allah SWT:<br />
“Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai…”<br />
(Al-Munafiqun: 2, Al-Mujadilah: 16)<br />
Jika seseorang menanyakan kepada orang munafik tentang sesuatu, dia langsung bersumpah. Apa yang diucapkan orang munafik semata-mata untuk menutupi kedustaannya. Dia selalu mengumpat dan memfitnah orang lain. Maka jika seseorang itu menegurnya, dia segera mengelak dengan sumpahnya: “Demi Allah, sebenarnya kamu adalah orang yang paling aku sukai. Demi Allah, sesungguhnya kamu adalah sahabatku.</p>
<p>12. Enggan Berinfak<br />
Orang2 munafik memang selalu menghindari hal2 yang menuntut pengorbanan, baik berupa harta maupun jiwa. Apabila menjumpai mereka berinfak, bersedekah, dan mendermakan hartanya, mereka lakukan kerana riya’ dan sum’ah. Mereka enggan bersedekah, kerana pada hakikatnya, mereka tidak menghendaki pengorbanan harta, apalagi jiwa.</p>
<p>13. Tidak menghiraukan nasib Kaum Muslimin<br />
Mereka selalu menciptakan kelemahan2 dalam barisan muslimin. Inilah yang disebut At Takhdzil. iaitu, sikap meremehkan, menakut-nakuti, dan membiarkan kaum muslimin. Orang munafik berpendapat bahawa orang2 kafir lebih kuat daripada kaum muslimin.</p>
<p>14. Suka menyebarkan Khabar Dusta<br />
Orang munafik senang memperbesar peristiwa/kejadian. Jika ada orang yang tergelincir lisannya secara tidak sengaja, maka datanglah si munafik dan memperbesarkannya dalam majlis2 pertemuan. “Apa kalian tidak mendengar apa yang telah dikatakan si fulan itu?” Lalu, dia pun menirukan kesalahan tersebut. Padahal, dia sendiri mengetahui bahawa orang itu mempunyai banyak kebaikan dan keutamaan, akan tetapi si munafik itu tidak akan mahu mengungkapkannya kepada masyarakat.</p>
<p>15. Mengingkari Takdir<br />
Orang munafik selalu membantah dan tidak redha dengan takdir Allah SWT. Oleh kerananya, apabila ditimpa musibah, dia mengatakan: “Bagaimana ini. Seandainya saya berbuat begini, niscaya akan menjadi begini.” Dia pun selalu mengeluh kepada sesama manusia. Sungguh, dia telah MENGKUFURI DAN MENGINGKARI QADHA DAN TAKDIR.</p>
<p>16. Mencaci maki kehormatan orang-orang Soleh<br />
Apabila orang munafik membelakangi orang2 soleh, dia akan mencaci maki, menjelek-jelekkan, mengumpat, dan menjatuhkan kehormatan mereka di majlis-majlis pertemuan.<br />
Firman Allah SWT:<br />
“…mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan…”<br />
(Al-Ahzab: 19)</p>
<p>17. Sering meninggalkan Solat Berjamaah<br />
Apabila seseorang itu segar, kuat, mempunyai waktu luang, dan tidak memiliki uzur say’i, namun tidak mahu mendatangi masjid/surau ketika mendengar panggilan azan, maka saksikanlah dia sebagai orang munafik.</p>
<p>18. Membuat kerosakan di Muka Bumi dengan Dalih Mengadakan Perbaikan<br />
Firman Allah SWT:<br />
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: janganlah kamu membuat kerosakan di muka bumi, mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan kebaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerosakan, tetapi mereka tidak sedar.”<br />
(Al-Baqarah: 11-12)</p>
<p>19. Tidak ada kesesuaian antara Zahir dengan Batin<br />
Secara Zahir mereka membenarkan bahawa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah, tetapi di dalam hati mereka, Allah telah mendustakan kesaksian mereka. Sesungguhnya, kesaksian yang tampak benar secara Zahir itulah yang menyebabkan MEREKA MASUK KE DALAM NERAKA. Penampilan zahirnya bagus dan mempersona, tetapi di dalam batinnya terselubung niat busuk dan menghancurkan. Di luar dia menampakkan kekhusyukan, sedangkan di dalam hatinya main-main.</p>
<p>20. Takut terhadap Kejadian Apa Pun<br />
Orang2 munafik selalu diliputi rasa takut. Jiwanya selalu bergoncang, keinginannya hanya selalu mendambakan kehidupan yang tenang dan damai tanpa disibukkan oleh persoalan2 hidup apa pun. Dia selalu berharap: “Tinggalkan dan biarkanlah kami dengan keadaan kami ini, semoga Allah memberikan nikmat ini kepada kami. Kami tidak ingin keadaan kami berubah.” Padahal, keadaannya tidaklah lebih baik.</p>
<p>21. Beruzur dengan Dalih Dusta<br />
Firman Allah SWT:<br />
“Di antara mereka ada orang yang berkata: ‘Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.’ Ketahuilah bahawa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya NERAKA JAHANNAM itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.”<br />
(At-Taubah: 49)</p>
<p>22. Menyuruh Kemungkaran dan Mencegah Kemakrufan<br />
Mereka (orang munafik) menginginkan agar perbuatan keji tersiar di kalangan orang2 beriman. Mereka menggembar-gemburkan tentang kemerdekaan wanita, persamaan hak, penanggalan hijab/jilbab. Mereka juga berusaha memasyarakatkan nyanyian dan konsert, menyebarkan majalah2 porno (SEMIPORNO) dan narkotik.</p>
<p>23. Bakhil<br />
Orang2 munafik sangat bakhil dalam masalah2 kebajikan. Mereka menggenggam tangan mereka dan tidak mahu bersedekah atau menginfakkan sebahagian harta mereka untuk kebaikan, padahal mereka orang yang mampu dan berkecukupan.</p>
<p>24. Lupa kepada Allah SWT<br />
Segala sesuatu selalu mereka ingat, kecuali Allah SWT. Oleh sebab itu, mereka sentiasa ingat kepada keluarganya, anak-anaknya, nyanyian2, berbagai keinginan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan duniawi. Dalam fikiran dan batin mereka tidak pernah terlintas untuk MENGINGAT (ZIKIR) ALLAH SWT, KECUALI SEBAGAI TIPUAN SEMATA-MATA.</p>
<p>25. Mendustakan janji Allah SWT dan Rasul-Nya<br />
Firman Allah SWT:<br />
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: ‘Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami selain tipu daya.”<br />
(Al-Ahzab: 12)</p>
<p>26. Lebih memperhatikan Zahir, mengabaikan Batin<br />
Orang munafik lebih mementingkan zahir dengan mengabaikan yang batin, tidak menegakkan solat, tidak merasa diawasi Allah SWT, dan tidak mengenal zikir… Pada zahirnya, pakaian mereka demikian bagus menarik, tetapi batin mereka kosong, rosak dan lain2.</p>
<p>27. Sombong dalam Berbicara<br />
Orang2 munafik selalu sombong dan angkuh dalam berbicara. Mereka banyak cakap dan suka memfasih-fasihkan ucapan. Setiap kali berbicara, mereka akan selalu mengawalinya dengan bila UNGKAPAN MENAKJUBKAN YANG MEYAKINKAN AGAR TAMPAK SEPERTI ORANG HEBAT, MULIA, BERWAWASAN LUAS, MENGERTI, BERAKAL, DAN BERPENDIDIKAN. Padahal, pada hakikatnya dia tidak memiliki kemampuan apa pun. Sama sekali tidak memiliki ilmu bahkan lagi terserlah kemunafikannnya.</p>
<p>28. Tidak memahami Ad Din<br />
Di antara “KEISTIMEWAAN” orang2 munafik adalah: mereka sama sekali tidak memahami masalah-masalah agama. Dia tahu bagaimana mengenderai kereta dan mengerti perihal mesinnya. Dia juga mengetahui hal2 remeh-temeh dan pengetahuan-pengetahuan yang tidak pernah memberi manfaat kepadanya meski juga tidak mendatangkan mudharat baginya. Akan tetapi, apabila menghadapi untuk berdialog (bertanya tentang persoalan2 Ad Din (Islam)), dia sama sekali tidak boleh menjawab.</p>
<p>29. Bersembunyi dari manusia dan menentang Allah dengan Dosa<br />
Orang munafik menganggap ringan perkara2 terhadap Allah SWT, menentang-Nya dengan melakukan berbagai kemungkaran dan kemaksiatan secara sembunyi-sembunyi. Akan tetapi, ketika dia berada di tengah-tengah manusia dia menunjukkan sebaliknya: berpura-pura taat<br />
Firman Allah SWT:<br />
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahsia yang Allah tidak redhai…”<br />
(An-Nisa’: 108)</p>
<p>30. Senang dengan Musibah yang menimpa orang-orang Beriman dan Dengki terhadap Kebahagian mereka<br />
Orang munafik apabila mendengar berita bahawa seorang ulama yang soleh tertimpa suatu musibah, dia pun menyebarluaskan berita duka itu kepada masyarakat sambil menampakkan kesedihannya dan berkata: “Hanya Allahlah tempat memohon pertolongan. Kami telah mendengar bahawa si fulan telah tertimpa musibah begini dan begitu… semoga Allah memberi kesabaran kepada kami dan beliau.” Padahal, di dalam hatinya dia merasa senang dan bangga akan musibah itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/ciri-ciri-orang-munafik.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEINDAHAN JILBAB</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/keindahan-jilbab.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/keindahan-jilbab.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 10:42:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[angan pernah malu untuk perubahan yang baik dan mulailah dari sekarang, karena kita takan pernah tau apa yang akan terjadi di hari esok, untuk para wanita muslim yang mungkin belum terketuk pintu hatinya silahkan simak cerita ini, sehingga menjadi wanita muslimah sejati. amin..
Seorang anak memperhatikan tingkah ibunya yang menurutnya aneh. Ia heran kenapa kalau akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<a href="http://www.al-maarif.com/wp-content/gallery/cantik2/istri_saleha.jpg" title="" class="shutterset_singlepic46" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/gallery/cache/46_watermark_220x100_istri_saleha.jpg" alt="istri saleha" title="istri saleha" />
</a>
Jangan pernah malu untuk perubahan yang baik dan mulailah dari sekarang, karena kita takan pernah tau apa yang akan terjadi di hari esok, untuk para wanita muslim yang mungkin belum terketuk pintu hatinya silahkan simak cerita ini, sehingga menjadi wanita muslimah sejati. amin..</p>
<p>Seorang anak memperhatikan tingkah ibunya yang menurutnya aneh. Ia heran kenapa kalau akan keluar rumah, ibunya selalu menutup rapat seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Bahkan di dalam rumah pun, jika tamu datang, ibunya segera melakukan hal yang sama: berhijab.“Ibu aneh!” ucapnya sambil mencari-cari reaksi dari sang ibu. Ibu anak itu pun menoleh ke arah buah hatinya. Ia memeriksa dirinya untuk menemukan sesuatu yang agak lain. Tapi, tidak ia temukan.“Aneh? Apanya yang aneh, sayang?” sambut sang ibu ketika yakin kalau tak ada satu pun dari dirinya yang lain dari yang lain.</p>
<p>“Kenapa ibu menutup rambut, tubuh, lengan, dan kaki kalau mau keluar? Padahal, ibu tidak cacat. Rambut ibu bagus, lengan dan kaki ibu pun tidak ada yang perlu disembunyikan!” ungkap sang anak begitu gamblang. Mungkin, inilah kesempatannya untuk bisa mengeluarkan kebingungannya selama ini.</p>
<p>Sang ibu pun senyum. Ia mendekati anaknya perlahan. Sambil mengulum senyum itu, sang ibu mencari-cari jawaban yang pas buat si anak.</p>
<p><span id="more-77"></span>“Anakku, ibu tidak sedang menutupi kecantikan, apalagi keburukan. Justru, ibu mengenakan kecantikan baru untuk memperindah kecantikan fisik ibu yang tidak seberapa. Inilah busana kecantikan dari Yang Maha Sayang!” ucap sang ibu sambil menatap buah hati di depannya yang masih tampak bingung.<br />
**</p>
<p>Inti dari dinamika hidup anak-anak manusia adalah memproduksi sesuatu yang indah. Bagus. Paling baik. Keindahan akan semakin indah ketika karya anak manusia telah melalui berbagai halangan, ujian, cobaan; menggosok batu cincin keindahan amal menuju peringkat keindahan yang lebih tinggi.</p>
<p>Namun, itu saja belum cukup. Karena keindahan yang bisa dihasilkan manusia tidak seperti kemolekan alam melalui birunya laut, keserasian cakrawala, dan liukan indah sebuah pegunungan.</p>
<p>Keindahan amal manusia tidak berhenti pada sesuatu yang tampak. Justru, keindahan akan kian bernilai ketika ia tidak lagi mudah terlihat, tidak gampang terjamah. Itulah busana kecantikan amal dari Yang Maha Sayang, dan hanya untuk Yang Paling Penyayang. (erm)By <a href="http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/" target="_blank">Hati Bening</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/keindahan-jilbab.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RUMAH TANGGA YANG SAKINAH</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/rumah-tangga-yang-sakinah.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/rumah-tangga-yang-sakinah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 07:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Abdulah Saleh Hadrami
Rumah tangga sakinah adalah rumah tangga yang dibangun atas dasar cinta dan takwa kepada Allah Ta?ala, saling menghormati, menghargai dan pengertian dari semua pihak. Apabila ada problem atau masalah maka diselesaikan dengan sabar dan tanpa emosi serta tidak mudah mengeluarkan kata-kata cerai.
Tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa salah satu jalan menuju kebahagiaan adalah paham [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abdulah Saleh Hadrami</p>
<p>Rumah tangga sakinah adalah rumah tangga yang dibangun atas dasar cinta dan takwa kepada Allah Ta?ala, saling menghormati, menghargai dan pengertian dari semua pihak. Apabila ada problem atau masalah maka diselesaikan dengan sabar dan tanpa emosi serta tidak mudah mengeluarkan kata-kata cerai.</p>
<p>Tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa salah satu jalan menuju kebahagiaan adalah paham dalam liku-liku seksuil. Akan tetapi kepahaman itu belumlah sempurna kalau tidak disertai dengan iman dan takwa.</p>
<p>Apalah artinya harta bagi seorang isteri jika ternyata kebutuhan bathiniahnya tidak terpenuhi? Demikian pula apalah artinya kecantikan, keayuan dan kemolekan isteri jika ia dingin saja dalam berhubungan badan (jima?) dengan suaminya? Suami isteri harus menyadari akan hal ini.</p>
<p>Seorang isteri harus selalu siap melayani suaminya untuk mencapai kepuasan, demikian pula seorang suami harus selalu berusaha memberi kepuasan kepada isterinya. Akhirnya berbahagialah keduanya dalam jalinan cinta yang harmonis dan diridlai oleh Allah Ta?ala.</p>
<p>Semoga Allah Ta?ala memberikan kepada kita semua rumah tangga sakinah, yang penuh dengan mawaddah dan rahmah, rumah tangga yang ?Baitiy jannatiy? Rumahku adalah sorgaku. Amien ya Robbal ?alamin.By <a href="http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/" target="_blank">Hati Bening</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/rumah-tangga-yang-sakinah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
