<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AL-MAARIF.COM</title>
	<atom:link href="http://www.al-maarif.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.al-maarif.com</link>
	<description>Hiasi hidup dengan senyuman</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Feb 2010 05:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kisah tentang Wortel, Telur dan Biji Kopi</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/kisah-tentang-wortel-telur-dan-biji-kopi.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/kisah-tentang-wortel-telur-dan-biji-kopi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 05:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[INTERNET]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini saya dapat dari email yang dikirim dari teman kantor saya, cerita yang cukub bagus dan dapat di jadikan ispirasi buat kita di dalam dunia kerja. Silahkan di simakya mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
Kisah tentang Wortel, Telur dan Biji Kopi
Panaskan 3 buah panci berisi air di atas api. Pada panci yang pertama, masukan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini saya dapat dari email yang dikirim dari teman kantor saya, cerita yang cukub bagus dan dapat di jadikan ispirasi buat kita di dalam dunia kerja. Silahkan di simakya mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p><strong>Kisah tentang Wortel, Telur dan Biji Kopi</strong></p>
<p>Panaskan 3 buah panci berisi air di atas api. Pada panci yang pertama, masukan beberapa wortel. Pada panci yang kedua, masukan beberapa buah telur. Pada panci yang ketiga, masukan beberapa biji kopi yang sudah di haluskan menjadi bubuk kopi. Panaskan ketiga panci tersebut selama 15 menit</p>
<p>Keluarkan isi dari ketiga panci tersebut :</p>
<p>Wortel =&gt; yang sebelumnya keras, sekarang berubah menjadi empuk.<br />
Telur =&gt; bagian dalamnya yang sebelumnya lunak, sekarang berubah menjadi keras.<br />
Biji Kopi =&gt; biji kopi sudah menghilang. tapi, air panas sudah berubah warnanya dan mempunyali bau kopi yang sangat harum.</p>
<p>Sekarang pikirkan tentang pekerjaan</p>
<p>Pekerjaan itu tidak selamanya mudah<br />
Pekerjaan itu tidak selamanya nyaman<br />
Bahkan kadang-kadang pekerjaan menjadi sangat susah</p>
<p>Keadaan tidak berubah seperti yang kita inginkan. Orang-orang tidak memperlakukan kita seperti yang kita harapkan. Kita bekerja sangat keras, tapi tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Apa yang terjadi pada saat kita menghadapi kesulitan.</p>
<p>Sekarang pikirkan tentang ketiga panci itu&#8230;? dan air yang mendidih bagaikan masalah di pekerjaan kita.</p>
<p>Wortel =&gt; kita dapat menjadi seperti wortel<br />
Kita dapat maju dengan kuat dan tegas. Tapi kita keluar dengan lemah dan lunak. Kita menjadi sangat lelah, kita kehilangan harapan,kita menyerah, hilang semangat di diri kita.</p>
<p>Jangan mau menjadi seperti wortel&#8230;!</p>
<p>Telur =&gt; kita dapat menjadi seperti telur..?<br />
Kita memulai dari hati tulus dan sensitif. Kita berahir dengan sangat egois dan cuek. Kita membenci orang lain, kita membenci diri kita sendiri. Tidak ada kehangatan di diri kita lagi.</p>
<p>Jangan mau menjadi seperti telur&#8230;!</p>
<p>Biji Kopi =&gt; kita dapat menjadi seperti bubuk kopi..?<br />
Air tidak mengubah bubuk kopi. Bubuk kopi yang mengubah air. Air menjadi berubah karena adanya bubu kopi. Liatlah, ciumlah, minumlah. Makin panas airnya, makin enak rasanya. Kita dapat menjadi seperti bubuk kopi. Kita membuat sesuatu yang baik dari tantangan yang kita hadapi. Kita belajar hal-hal yang baru. Kita mempunyai pengetahuan baru, ilmu baru dan skill baru. Kita tumbuh bersama pengalaman. Kita membuat dunia di sekeliling kita menjadi lebih baik.</p>
<p>Untuk berhasil, kita harus coba&#8230;. dan coba lagi, kita harus percaya pada apa yang kita kerjakan, kita tidak boleh menyerah. Kita harus sabar, kita harus tetap bersemangat.. Masalah dan kesulitan memberi kesempatan pada kita untuk menjadi lebih kuat&#8230; lebih baik dan lebih mampu.</p>
<p>Jadi setelah membaca cerita di atas anda ingi menjadi seperti apa&#8230;?<br />
Wortel<br />
Telur<br />
Biji Kopi</p>
<p>Jadilah seperti Biji Kopi. <img src='http://www.al-maarif.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/kisah-tentang-wortel-telur-dan-biji-kopi.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inner HTML</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/inner-html.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/inner-html.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 18:14:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[HTML]]></category>
		<category><![CDATA[JS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Sample function innerHTML.
&#60;script language=&#8221;javascript&#8220;&#62;
function proses()
{
var val = document.getElementById(&#8217;innerhtml&#8217;).value;
document.getElementById(&#8217;html&#8217;).innerHTML = val;
}
&#60;/script&#62;
&#60;/br&#62;&#60;/br&#62;&#60;/br&#62;
&#60;center&#62;
&#60;div id=&#8217;html&#8217; style=&#8217;width: 100px; height:20px;background-color: #CCCCCC;&#8216;&#62;&#60;/div&#62;&#60;/br&#62;
&#60;select id=&#8217;innerhtml&#8216; name=&#8217;innerhtml&#8216; onChange=&#8217;proses()&#8217;&#62;
&#60;option value=&#8217;HTML A&#8217;&#62;HTML A&#60;/option&#62;
&#60;option value=&#8217;HTML B&#8217;&#62;HTML B&#60;/option&#62;
&#60;option value=&#8217;HTML C&#8217;&#62;HTML C&#60;/option&#62;
&#60;/select&#62;
&#60;/center&#62;

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sample function innerHTML.</p>
<div style="overflow: auto; width: 100%; height: 310px; background-color: #efeceb;"><span style="color: #0000ff;">&lt;script</span> <span style="color: #ff0000;">language</span>=&#8221;<span style="color: #0000ff;"><strong>javascript</strong></span>&#8220;<span style="color: #0000ff;">&gt;</span><br />
<span style="color: #000080;">function</span> proses()<br />
{<br />
var val = document.getElementById(&#8217;innerhtml&#8217;).value;<br />
document.getElementById(&#8217;html&#8217;).innerHTML = val;<br />
}<br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;/script&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;/br&gt;&lt;/br&gt;&lt;/br&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;center&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;div</span> id=&#8217;html&#8217; <span style="color: #ff0000;">style</span>=&#8217;width: 100px; height:20px;background-color: #CCCCCC;<span style="color: #0000ff;">&#8216;&gt;</span>&lt;<span style="color: #0000ff;">/div&gt;&lt;/br&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;select</span> <span style="color: #ff0000;">id</span>=&#8217;<span style="color: #0000ff;"><strong>innerhtml</strong></span>&#8216; <span style="color: #ff0000;">name</span>=&#8217;<strong><span style="color: #0000ff;">innerhtml</span></strong>&#8216; <span style="color: #ff0000;">onChange</span>=&#8217;proses()&#8217;<span style="color: #0000ff;">&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;option</span> <span style="color: #ff0000;">value</span>=&#8217;HTML A&#8217;<span style="color: #0000ff;">&gt;</span>HTML A<span style="color: #0000ff;">&lt;/option&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;option</span> <span style="color: #ff0000;">value</span>=&#8217;HTML B&#8217;<span style="color: #0000ff;">&gt;</span>HTML B<span style="color: #0000ff;">&lt;/option&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;option </span><span style="color: #ff0000;">value</span>=&#8217;HTML C&#8217;<span style="color: #0000ff;">&gt;</span>HTML C<span style="color: #0000ff;">&lt;/option&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;/select&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;/center&gt;</span></div>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-347" title="inner-html" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/uploads/2010/02/inner-html.JPG" alt="inner-html" width="228" height="138" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/inner-html.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilangkan koma awal dan ahir</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/remove-comma-on-js.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/remove-comma-on-js.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 17:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[JS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah contoh script remove comma  awal dan ahir pada js, misal var val  = &#8220;,A,B,C,D,E,F,&#8221;; akan di hilangkan koma awal dan ahirnya dengan menggunakan script js sehingga hasil yang di inginkan adalah var val  = &#8220;A,B,C,D,E,F&#8221;;.
&#60;script language=&#8221;javascript&#8220;&#62;
function removeComma()
{
var val = &#8220;,A,B,C,D,E,F,&#8221;;
val = val.split(&#8221;,&#8221;);
var removecomma=[];
for(k=0; k &#60; val.length ;k++){
if(val[k]!=&#8221;"){
removecomma.push(val[k]);
}
}
var finish = removecomma.join(&#8217;,');
alert(finish);
}
&#60;/script&#62;
&#60;input [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah contoh script remove comma  awal dan ahir pada js, misal <strong><span style="color: #000080;">var </span></strong>val  = &#8220;,A,B,C,D,E,F,&#8221;; akan di hilangkan koma awal dan ahirnya dengan menggunakan script js sehingga hasil yang di inginkan adalah <strong><span style="color: #000080;">var </span></strong>val  = &#8220;A,B,C,D,E,F&#8221;;.</p>
<div style="overflow: auto; width: 100%; height: 310px; background-color: #efeceb;"><span style="color: #0000ff;">&lt;script</span> <span style="color: #ff0000;">language</span>=&#8221;<strong><span style="color: #0000ff;">j</span><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #0000ff;">avascrip</span>t</span></strong>&#8220;<span style="color: #0000ff;">&gt;</span><br />
<strong><span style="color: #000080;">function </span>removeComma</strong>()<br />
{<br />
<strong><span style="color: #000080;">var </span></strong>val = &#8220;,A,B,C,D,E,F,&#8221;;<br />
<span style="color: #000000;">val </span>= val.split(&#8221;,&#8221;);<br />
<strong><span style="color: #000080;">var </span></strong>removecomma=[];<br />
<span style="color: #000080;"><strong>for</strong></span>(k=0; k &lt; val.length ;k++){<br />
<span style="color: #000080;"><strong>if</strong></span>(val[k]!=&#8221;"){<br />
removecomma.push(val[k]);<br />
}<br />
}<br />
<strong><span style="color: #000080;">var </span></strong>finish = removecomma.join(&#8217;,');<br />
alert(finish);<br />
}<br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;/script&gt;</span><br />
<span style="color: #0000ff;">&lt;input </span><span style="color: #ff0000;">type</span>=&#8221;<strong><span style="color: #0000ff;">button</span></strong>&#8221; <span style="color: #ff0000;">name</span>=&#8221;<span style="color: #0000ff;"><strong>a</strong></span>&#8221; <span style="color: #ff0000;">id</span>=&#8221;<strong><span style="color: #0000ff;">a</span></strong>&#8221; <span style="color: #ff0000;">onclick</span>=&#8221;<strong><span style="color: #0000ff;">removeComma()</span></strong>&#8221; <span style="color: #ff0000;">value</span>=&#8221;<span style="color: #0000ff;"><strong>view</strong></span>&#8221; <span style="color: #0000ff;">/&gt;</span></div>
<p>hasil yang bisa dilihat saat button di click</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-340" title="remove-comma" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/uploads/2010/02/remove-comma.JPG" alt="remove-comma" width="344" height="128" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/remove-comma-on-js.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kanker serviks</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/kangker-serviks.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/kangker-serviks.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 19:13:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[INTERNET]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Kanker Leher Rahim
Dr. Yohanes Riono
Dept of Surgery Holywood Hospital.
Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim. Benar, sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kanker Leher Rahim<br />
Dr. Yohanes Riono<br />
Dept of Surgery Holywood Hospital.</p>
<p>Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim. Benar, sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.<br />
Memang istilah &#8220;kanker&#8221; sendiri sudah pasti memberi kesan menakutkan dan menyeramkan. Laksana seorang terpidana menerima hukuman mati.</p>
<p><span id="more-331"></span>Bagaimana pula dengan kanker leher rahim?<br />
Apakah juga sama menakutkannya dengan beberapa kanker lainnya?<br />
Menurut para ahli kanker, kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Tetapi, biarpun demikian, di wilayah Australia barat saja, tercatat sebanyak 85 orang wanita didiagnosa positif terhadap kanker leher rahim setiap tahun. Dan pada tahun 1993 saja, 40 wanita telah tewas menjadi korban keganasan kanker ini.</p>
<p>Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi?<br />
Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut &#8220;Pap smear test&#8221;, sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.<br />
Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.<br />
Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.<br />
Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pap smear test selalu diperlukan biarpun anda tidak lagi melakukan aktifitas seksual.</p>
<p>Bagaimanakah Tanda-tanda Kanker Serviks?<br />
Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi.<br />
Jika anda mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Adanya perubahan ataupun keluarnya cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun anda baru saja melakukan Pap smear test. Biarpun begitu, pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, hasilnya tidak selalu positip kanker.</p>
<p>Pengobatan<br />
Seperti pada kejadian penyakit yang lain, jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan:</p>
<p>1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.<br />
2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.</p>
<p>Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:</p>
<p>1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.<br />
2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.</p>
<p>Resiko untuk terserang kanker:<br />
Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Sel-sel leher rahim mungkin mengalami perubahan sehingga sangat diperlukan melakukan Pap smear test secara teratur (baik yang telah ataupun yang belum pernah mendapatkan Pap smear test). Demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan kanker leher rahim sangat besar.<br />
Dijumpainya Human Papilloma Virus (HPV) sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.<br />
Memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kemungkinan mendapat kanker leher rahim.<br />
Apa yang harus anda lakukan untuk menghindari kanker leher rahim ?<br />
Yang pertama, jika anda pernah melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai anda berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering.<br />
Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama).<br />
Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.<br />
Dengan melakukan beberapa tindakan yang dapat memperkecil resiko tersebut, mudah-mudahan kita dijauhkan dari kejadian kanker leher rahim ini. Semoga.<br />
Dapatkah anda membayangkan, bagaimanakah perasaan anda jika mengetahui hasil pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217; anda memberikan hasil abnormal? Tentulah anda akan merasa kuatir dan cemas, manakala anda mendapati bahwa hasil pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217; anda abnormal. Tetapi janganlah terlalu cemas dahulu, karena tidak semua penampakan sel-sel yang abnormal tersebut berarti kanker. Memang &#8216;Pap Smear&#8217; dapat mendeteksi kelainan-kelainan perubahan sel-sel leher rahim secara dini. Paradigma yang harus diingat adalah semakin awal ditemukannya kelainan-kelainan pada pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217;, maka akan semakin mudah pula diatasi masalahnya.<br />
Apakah artinya jika &#8216;Pap Smear&#8217; anda abnormal.<br />
Hasil &#8216;Pap Smear&#8217; dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217;. Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan &#8216;Pap Smear&#8217; yang abnormal adalah:</p>
<p>1. Unsatisfactory &#8216;Pap Smear&#8217;<br />
Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217; pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda.<br />
2. Jika ada infeksi atau inflamasi<br />
Kadang-kadang pada pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217; memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217;, biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur&#8217;. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Tanyakan kapan anda harus menjalani &#8216;Pap Smear&#8217; lagi.<br />
3. Atypia atau Minor Atypia<br />
Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217; terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai &#8216;atypia&#8217;. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan &#8216;Pap Smear&#8217; lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi.</p>
<p>Apakah kolposkopi itu?<br />
Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahims oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahims, dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217;. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahims yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai.. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahims melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi.<br />
Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi, dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi anda.</p>
<p>Bagaimanakah dengan aktifitas seksual anda?<br />
Pada tahap ini, anda tidak perlu kuatir dengan aktifitas seksual anda. Anda tidak perlu absen melakukan aktifitas seksual hanya karena pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217; anda positip, karena keadaan kanker atau pre-kanker yang anda derita tidak mungkin ditularkan kepada suami anda. Tetapi jika sedang dalam pengobatan penyembuhan, sebaiknya tanyakanlah kepada dokter anda kapan anda dapat melakukan hubungan sanggama lagi dan seberapa seringnya hubungan tersebut.</p>
<p>Perlukah dilakukan pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya pengobatan?<br />
Pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya masa pengobatan adalah mutlak diperlukan untuk mendapatkan kepastian bahwa area yang telah diobati telah sembuh sama sekali. Biarpun metode pengobatan yang anda dapatkan sangat efektif, sel-sel yang abnormal kadang-kadang dapat kambuh lagi, bahkan dapat berkembang dengan derajat keparahan yang lebih tinggi. Jadi deteksi dini adalah hal yang sangat esensial sekali. Selama dua tahun pertama masa pengobatan anda, anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217; setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika setelah tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasil &#8216;Pap Smear&#8217; anda normal, ini berarti anda telah dapat dinyatakan sembuh, dan anda dapat melakukan pemeriksaan &#8216;Pap Smear&#8217; tersebut setiap tahun sekali secara kontinyu.</p>
<p>Australia, 21 Desember 1999<br />
Yohanes Riono</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/kangker-serviks.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HTML TAG</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/html-tag.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/html-tag.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 18:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Di bawah ini adalah contoh-contoh doc type yang ada di html.
&#60;!DOCTYPE&#62;
&#60;a&#62;
&#60;abbr&#62;
&#60;acronym&#62;
&#60;address&#62;
&#60;applet&#62;
&#60;area&#62;
&#60;b&#62;
&#60;base&#62;
&#60;basefont&#62;
&#60;bdo&#62;
&#60;big&#62;
&#60;blockquote&#62;
&#60;body&#62;
&#60;br&#62;
&#60;button&#62;
&#60;caption&#62;
&#60;center&#62;
&#60;cite&#62;
&#60;code&#62;
&#60;col&#62;
&#60;colgroup&#62;
&#60;dd&#62;
&#60;del&#62;
&#60;dfn&#62;
&#60;dir&#62;
&#60;div&#62;
&#60;dl&#62;
&#60;dt&#62;
&#60;em&#62;
&#60;fieldset&#62;
&#60;font&#62;
&#60;form&#62;
&#60;frame&#62;
&#60;frameset&#62;
&#60;head&#62;
&#60;h1&#62; &#8211; &#60;h6&#62;
&#60;hr&#62;
&#60;html&#62;
&#60;i&#62;
&#60;iframe&#62;
&#60;img&#62;
&#60;input&#62;
&#60;ins&#62;
&#60;kbd&#62;
&#60;label&#62;
&#60;legend&#62;
&#60;li&#62;
&#60;link&#62;
&#60;map&#62;
&#60;menu&#62;
&#60;meta&#62;
&#60;noframes&#62;
&#60;noscript&#62;
&#60;object&#62;
&#60;ol&#62;
&#60;optgroup&#62;
&#60;option&#62;
&#60;p&#62;
&#60;param&#62;
&#60;pre&#62;
&#60;q&#62;
&#60;s&#62;
&#60;samp&#62;
&#60;script&#62;
&#60;select&#62;
&#60;small&#62;
&#60;span&#62;
&#60;strike&#62;
&#60;strong&#62;
&#60;style&#62;
&#60;sub&#62;
&#60;sup&#62;
&#60;table&#62;
&#60;tbody&#62;
&#60;td&#62;
&#60;textarea&#62;
&#60;tfoot&#62;
&#60;th&#62;
&#60;thead&#62;
&#60;title&#62;
&#60;tr&#62;
&#60;tt&#62;
&#60;u&#62;
&#60;ul&#62;
&#60;var&#62;




]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bawah ini adalah contoh-contoh doc type yang ada di html.</p>
<p>&lt;!DOCTYPE&gt;<br />
&lt;a&gt;<br />
&lt;abbr&gt;<br />
&lt;acronym&gt;<br />
&lt;address&gt;<br />
&lt;applet&gt;<br />
&lt;area&gt;<br />
&lt;b&gt;<br />
&lt;base&gt;<br />
&lt;basefont&gt;<br />
&lt;bdo&gt;<br />
&lt;big&gt;<br />
&lt;blockquote&gt;<br />
&lt;body&gt;<br />
&lt;br&gt;<br />
<span id="more-319"></span>&lt;button&gt;<br />
&lt;caption&gt;<br />
&lt;center&gt;<br />
&lt;cite&gt;<br />
&lt;code&gt;<br />
&lt;col&gt;<br />
&lt;colgroup&gt;<br />
&lt;dd&gt;<br />
&lt;del&gt;<br />
&lt;dfn&gt;<br />
&lt;dir&gt;<br />
&lt;div&gt;<br />
&lt;dl&gt;<br />
&lt;dt&gt;<br />
&lt;em&gt;<br />
&lt;fieldset&gt;<br />
&lt;font&gt;<br />
&lt;form&gt;<br />
&lt;frame&gt;<br />
&lt;frameset&gt;<br />
&lt;head&gt;<br />
&lt;h1&gt; &#8211; &lt;h6&gt;<br />
&lt;hr&gt;<br />
&lt;html&gt;<br />
&lt;i&gt;<br />
&lt;iframe&gt;<br />
&lt;img&gt;<br />
&lt;input&gt;<br />
&lt;ins&gt;<br />
&lt;kbd&gt;<br />
&lt;label&gt;<br />
&lt;legend&gt;<br />
&lt;li&gt;<br />
&lt;link&gt;<br />
&lt;map&gt;<br />
&lt;menu&gt;<br />
&lt;meta&gt;<br />
&lt;noframes&gt;<br />
&lt;noscript&gt;<br />
&lt;object&gt;<br />
&lt;ol&gt;<br />
&lt;optgroup&gt;<br />
&lt;option&gt;<br />
&lt;p&gt;<br />
&lt;param&gt;<br />
&lt;pre&gt;<br />
&lt;q&gt;<br />
&lt;s&gt;<br />
&lt;samp&gt;<br />
&lt;script&gt;<br />
&lt;select&gt;<br />
&lt;small&gt;<br />
&lt;span&gt;<br />
&lt;strike&gt;<br />
&lt;strong&gt;<br />
&lt;style&gt;<br />
&lt;sub&gt;<br />
&lt;sup&gt;<br />
&lt;table&gt;<br />
&lt;tbody&gt;<br />
&lt;td&gt;<br />
&lt;textarea&gt;<br />
&lt;tfoot&gt;<br />
&lt;th&gt;<br />
&lt;thead&gt;<br />
&lt;title&gt;<br />
&lt;tr&gt;<br />
&lt;tt&gt;<br />
&lt;u&gt;<br />
&lt;ul&gt;<br />
&lt;var&gt;</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/html-tag.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Function on MySQL</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/function-o-mysql.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/function-o-mysql.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 18:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[MySQL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Function Update
UPDATE TS_TABLE var_desc=&#8217;Blalala&#8217;, var_no=&#8217;0909&#8242; where var_id=1;

Function Insert
INSERT INTO TS_TABLE (var_desc,var_no) value (&#8217;Blalala&#8217;,'1010&#8242;);
Funcition Delete
DELETE FROM TS_TABLE WHERE var_id=1;

Join Table
SELECT a.* FROM TABLE_A a LEFT JOIN TABLE_B b on a.var_id=b.var_id;

Function pengurangan tanggal
SELECT DATEDIFF(&#8217;2009-10-10&#8242;,now()) as HASIL; 

Function UNIX_TIMESTAMP
SELECT  UNIX_TIMESTAMP(&#8217;2010-01-16 01:17:37&#8242;) as HASIL;
HASIL=1263579457
Function FROM_UNIXTIME
SELECT  FROM_UNIXTIME(&#8217;1263579457&#8242;) as HASIL;
HASIL=2010-01-16 01:17:37
Function PERIOD_DIFF and DATE_FORMAT
SELECT PERIOD_DIFF(DATE_FORMAT(&#8217;2010-01-10&#8242;,&#8217;%Y%m&#8217;),DATE_FORMAT(&#8217;2009-01-10&#8242;,&#8217;%Y%m&#8217;)) as MOON
MOON=12(bulan)












]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #0000ff;">Function Update</span><br />
<strong><span style="color: #888888;">UPDATE TS_TABLE var_desc=&#8217;Blalala&#8217;, var_no=&#8217;0909&#8242; where var_id=1;</span></strong><br />
<span style="color: #0000ff;"><br />
Function Insert</span><br />
<span style="color: #888888;"><strong>INSERT INTO TS_TABLE (var_desc,var_no) value (&#8217;Blalala&#8217;,'1010&#8242;);</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Funcition Delete</span><br />
<strong><span style="color: #888888;">DELETE FROM TS_TABLE WHERE var_id=1;</span></strong><br />
<span style="color: #0000ff;"><br />
Join Table</span><br />
<strong><span style="color: #888888;">SELECT a.* FROM TABLE_A a LEFT JOIN TABLE_B b on a.var_id=b.var_id;</span></strong><br />
<span style="color: #0000ff;"><span id="more-315"></span><br />
Function pengurangan tanggal</span><br />
<span style="color: #888888;"><strong>SELECT DATEDIFF(&#8217;2009-10-10&#8242;,now()) as HASIL; </strong></span><br />
<span style="color: #0000ff;"><br />
Function UNIX_TIMESTAMP</span><br />
<span style="color: #888888;"><strong>SELECT  UNIX_TIMESTAMP(&#8217;2010-01-16 01:17:37&#8242;) as HASIL;</strong></span><br />
<strong><span style="color: #000000;">HASIL=1263579457</span></strong></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Function FROM_UNIXTIME</span><br />
<strong><span style="color: #888888;">SELECT  FROM_UNIXTIME(&#8217;1263579457&#8242;) as HASIL;</span><br />
HASIL=2010-01-16 01:17:37</strong></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Function PERIOD_DIFF and DATE_FORMAT</span><br />
<strong><span style="color: #c0c0c0;">SELECT PERIOD_DIFF(DATE_FORMAT(&#8217;2010-01-10&#8242;,&#8217;%Y%m&#8217;),DATE_FORMAT(&#8217;2009-01-10&#8242;,&#8217;%Y%m&#8217;)) as MOON</span><br />
MOON=12(bulan)</strong></p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/function-o-mysql.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Function rename on php</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/function-rename-on-php.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/function-rename-on-php.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 16:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Dibawah ini adalah sampel function rename php.
&#60;?php
$file = &#8216;example.txt&#8217;;
$newfile = &#8216;example.txt.bak&#8217;; 
if (!rename($file, $newfile)) {
echo &#8220;failed to copy $file&#8230;\n&#8221;;
}
?&#62;






]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibawah ini adalah sampel function rename php.</p>
<div style="overflow: auto; width: 100%; height: 180px; background-color: #efeceb;"><span style="color: #ff0000;">&lt;?php</span><br />
$file = &#8216;example.txt&#8217;;<br />
$newfile = &#8216;example.txt.bak&#8217;;<span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">if</span> (!rename($file, $newfile)) {<br />
<span style="color: #0000ff;">echo</span> &#8220;failed to copy $file&#8230;\n&#8221;;<br />
}<br />
<span style="color: #ff0000;">?&gt;</span></div>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/function-rename-on-php.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>fgetcsv on php</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/fgetcsv-on-php.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/fgetcsv-on-php.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 12:22:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[fgetcsv adalah funtion yang ada di php yang berguna untuk mengolah data yang ada di dalam file.csv, bukan hanya file.csv saja yang bisa file.xls juga bisa tapi harus di rubah formatnya waktu save nya menjadi file.csv. Nah di bawah ini ada beberapa langkah yang akan saya buat untuk menginputkan data file.csv ke dalam database dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>fgetcsv adalah funtion yang ada di php yang berguna untuk mengolah data yang ada di dalam file.csv, bukan hanya file.csv saja yang bisa file.xls juga bisa tapi harus di rubah formatnya waktu save nya menjadi file.csv. Nah di bawah ini ada beberapa langkah yang akan saya buat untuk menginputkan data file.csv ke dalam database dan mengunakan php.</p>
<p><span style="color: #000080;">1.pertama</span></p>
<p>perhatikan data yang ada di file.csv, data apa aja yang ingin di masukan ke dalam database. Contoh isi file.csv yang sudah di buka menggunkan notepad.</p>
<p>1,6820,C00,1E,D001,0,TITLE BLA-BLA 1,1,Open,30-Jan-10,Ok<br />
2,6820,M00,2E,D001,0,TITLE BLA-BLA 2,1,Close,30-Feb-10,No<br />
3,6820,C00,1E,D002,0,TITLE BLA-BLA 1,1,Open,30-Jan-10,Ok<br />
4,6820,M00,2E,D002,0,TITLE BLA-BLA 2,1,Close,30-Feb-10,No<br />
5,6820,C00,1E,D003,0,TITLE BLA-BLA 1,1,Open,30-Jan-10,Ok<br />
6,6820,M00,2E,D003,0,TITLE BLA-BLA 2,1,Close,30-Feb-10,No<br />
7,6820,C00,1E,D004,0,TITLE BLA-BLA 1,1,Open,30-Jan-10,Ok<br />
8,6820,M00,2E,D004,0,TITLE BLA-BLA 2,1,Close,30-Feb-10,No<br />
<span id="more-298"></span>.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
N</p>
<p>Jadi setelah tau isi data dari file.csv maka kita tahu urutan dari data yang di pisahkan dengan tanda &#8221; ,&#8221; dalam setiap barisnya.</p>
<p><span style="color: #000080;">2. kedua</span></p>
<p>Buat script peri ntah yang akan menginputkan data file.csv ke dalam database dengan menggunakan php (fgetcsv).</p>
<div style="overflow: auto; width: 100%; height: 250px; background-color: #efeceb;"><strong><span style="color: #ff0000;">&lt;?php</span></strong><br />
mysql_connect(&#8221;localhost&#8221;,&#8221;root&#8221;,&#8221;password&#8221;);<br />
mysql_select_db(&#8221;file_csv&#8221;);</p>
<p><strong><span style="color: #000080;">if</span></strong> (($handle = <strong>fopen</strong>(&#8221;<span style="color: #ff0000;">file.csv</span>&#8220;, &#8220;r&#8221;)) !== <strong><span style="color: #000080;">FALSE</span></strong>) {<br />
<strong><span style="color: #000080;">while </span></strong>(($data = <strong>fgetcsv</strong>($handle, 10000, &#8220;,&#8221;)) !== <strong><span style="color: #000080;">FALSE</span></strong>) {<br />
$c_number = $data[1].&#8217;-&#8217;.$data[2].&#8217;-&#8217;.$data[3].&#8217;-&#8217;.$data[4];<br />
$c_rev = $data[5];<br />
$c_titel = $data[6];<br />
$c_status = $data[8];<br />
$c_date = formatDate($data[9]);</p>
<p>mysql_query(&#8221;insert into table_csv<br />
(c_number,c_titel,c_rev,c_date,c_status)<br />
value<br />
(&#8217;$c_number&#8217;,'$c_titel &#8216;,&#8217;$c_rev&#8217;,'$c_date&#8217;,'$c_status&#8217;)&#8221;<br />
);<br />
}<br />
<strong><span style="color: #000080;">echo </span></strong>&#8220;Sukses cuy&#8230;&#8221;;<br />
<strong>fclose</strong>($handle);<br />
}<br />
function formatDate($date)<br />
{<br />
$m = <strong><span style="color: #000080;">array</span></strong>(    &#8221;Jan&#8221; =&gt;1,<br />
&#8220;Feb&#8221; =&gt;2,<br />
&#8220;Mar&#8221; =&gt;3,<br />
&#8220;Apr&#8221; =&gt;4,<br />
&#8220;May&#8221; =&gt;5,<br />
&#8220;Jun&#8221; =&gt;6,<br />
&#8220;Jul&#8221; =&gt;7,<br />
&#8220;Ags&#8221; =&gt;8,<br />
&#8220;Sep&#8221; =&gt;9,<br />
&#8220;Oct&#8221; =&gt;10,<br />
&#8220;Nov&#8221; =&gt;11,<br />
&#8220;Des&#8221; =&gt;12);<br />
$t = <strong>explode</strong>(&#8221;-&#8221;,$date);<br />
$dateF = date(&#8217;Y-m-d&#8217;,mktime(0,0,0,$m[$t[1]],$t[0],$t[2]));<br />
<span style="color: #000080;"><strong>return </strong></span>$dateF;<br />
}<br />
<strong><span style="color: #ff0000;">?&gt;</span></strong></div>
<p>ada satu tambahan function yang saya buat untuk memformat data tipe &#8220;date&#8221; dimana database tidak bisa menerima data yang bertipe date dengan format seperti ini 30-Jan-10, yang bisa di terima adalah 2010-01-30 tapi tenang aja itu bukan masalah.</p>
<p><span style="color: #000080;">3. ketiga</span></p>
<p>Di bawah ini adalah hasil ahir dari input data ke database dari file.csv yang sudah terseleksi sesuai kebutuhannya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-303" title="fgetcsv" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/uploads/2009/12/fgetcsv.GIF" alt="fgetcsv" width="468" height="175" /></p>
<p>Selesai sudah. hehe mudah&#8221; bermanfaat buat saya dan orang lain. <img src='http://www.al-maarif.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/fgetcsv-on-php.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Array marge on php</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/array-marge-on-php.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/array-marge-on-php.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 17:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Array marge adalah menggabungkan dua array yang berbeda dan membentuk array baru. di bawah ini adalah contoh array margue.
Data array A :

Data array B :

Coding array marge pada php nya :
&#60;?php
$_ARRAY_A = array (
1 =&#62; array(10,100,1000),
2 =&#62; array(20,200,2000)
);
$_ARRAY_B = array (
3 =&#62; array(30,300,3000),
4 =&#62; array(40,400,4000)
);
$marge = array_merge($_ARRAY_A,$_ARRAY_B);
print_r($marge);
?&#62;
Data array A dan array B setelah menggunakan function [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Array marge adalah menggabungkan dua array yang berbeda dan membentuk array baru. di bawah ini adalah contoh array margue.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Data array A :</span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-289" title="marge-1" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/uploads/2009/12/marge-1.GIF" alt="marge-1" width="403" height="308" /></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><span id="more-288"></span>Data array B :</span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-290" title="marge-2" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/uploads/2009/12/marge-2.GIF" alt="marge-2" width="403" height="308" /></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Coding array marge pada php nya :</span></p>
<div style="overflow: auto; width: 100%; height: 250px; background-color: #efeceb;"><span style="color: #ff0000;">&lt;?php</span><br />
$_ARRAY_A = <span style="color: #0000ff;">array </span>(<br />
<span style="color: #ff0000;">1 </span>=&gt; <span style="color: #0000ff;">array</span>(<span style="color: #ff0000;">10</span>,<span style="color: #ff0000;">100</span>,<span style="color: #ff0000;">1000</span>),<br />
<span style="color: #ff0000;">2 </span>=&gt; <span style="color: #0000ff;">array</span>(<span style="color: #ff0000;">20</span>,<span style="color: #ff0000;">200</span>,<span style="color: #ff0000;">2000</span>)<br />
);<br />
$_ARRAY_B = <span style="color: #0000ff;">array</span> (<br />
3 =&gt; <span style="color: #0000ff;">array</span>(<span style="color: #ff0000;">30</span>,<span style="color: #ff0000;">300</span>,<span style="color: #ff0000;">3000</span>),<br />
4 =&gt; <span style="color: #0000ff;">array</span>(<span style="color: #ff0000;">40</span>,<span style="color: #ff0000;">400</span>,<span style="color: #ff0000;">4000</span>)<br />
);<br />
$marge = array_merge($_ARRAY_A,$_ARRAY_B);<br />
<span style="color: #0000ff;">print_r</span>($marge);<br />
<span style="color: #ff0000;">?&gt;</span></div>
<p><span style="color: #0000ff;">Data array A dan array B setelah menggunakan function array marge :</span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-293" title="marge-ok" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/uploads/2009/12/marge-ok.GIF" alt="marge-ok" width="403" height="510" /></p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/array-marge-on-php.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Remove array element on php</title>
		<link>http://www.al-maarif.com/remove-array-element-on-php.htm</link>
		<comments>http://www.al-maarif.com/remove-array-element-on-php.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:49:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-maarif.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.al-maarif.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Pada post ini menjelaskan remove salah satu element di dalam array pada php, awalnya array memiliki 3 sub array dan ingin di jadikan 2 sub array, jadi ada salah satu sub array yang akan di hapus dalam array tersebut.
Nah ini dia caranya :
Data awal array yang terdiri dari 3 sub array dan akan di hapus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada post ini menjelaskan remove salah satu element di dalam array pada php, awalnya array memiliki 3 sub array dan ingin di jadikan 2 sub array, jadi ada salah satu sub array yang akan di hapus dalam array tersebut.<br />
Nah ini dia caranya :</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Data awal array yang terdiri dari 3 sub array dan akan di hapus sub array yang ke 2:</span><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-281" title="array-no" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/uploads/2009/12/array-no.GIF" alt="array-no" width="470" height="400" /></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Coding pada php nya.</span></p>
<div style="overflow: auto; width: 100%; height: 170px; background-color: #efeceb;"><span style="color: #ff0000;">&lt;?php</span><br />
$_ARRAY = array(<br />
1 =&gt;array(10,100,1000),<br />
2 =&gt; array(20,200,2000),<br />
3 =&gt; array(30,300,3000)<br />
);<br />
unset($_ARRAY[2]);<br />
print_r($_ARRAY);<br />
<span style="color: #ff0000;">?&gt;</span></div>
<p><span style="color: #0000ff;">Hasil data array yang sudah di hapus satu sub nya :</span><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-283" title="array-ok" src="http://www.al-maarif.com/wp-content/uploads/2009/12/array-ok.GIF" alt="array-ok" width="470" height="309" /></p>
<p>Semoga bermanfaat ya.. <img src='http://www.al-maarif.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.al-maarif.com/remove-array-element-on-php.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
